:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1851723/original/044362700_1517388999-526119424.jpg)
Bendera India (iStock)
Sementara itu, laporan tersebut juga menyinggung tentang kurangnya faktor pelengkap, seperti transfer teknologi misalnya, membuat investasi besar pada pada lingkup penelitian dan pengembangan di sektor terkait, kerap sulit mengalami kenaikan signifikan.
"Konsep pembuat kebijakan dari sistem inovasi nasional (NIS) harus melampaui institusi, dan kebijakan yang biasa dirancang, untuk mengimbangi kegagalan pasar terkait inovasi standar. Ruang lingkup NIS harus mencakup faktor pelengkap yang lebih luas," ujar Maloney.
Lebih lanjut, inovasi tidak dapat didorong pasokan, melainkan harus ada permintaan dari perusahaan yang memiliki kemampuan untuk berinovasi.
"Di sisi permintaan ini, yakni perusahaan dan keputusannya untuk berinovasi, pembuat kebijakan harus peduli dengan insentif bagi perusahaan untuk mengumpulkan modal fisik, manusia dan pengetahuan yang diperlukan," tambahnya.
Saat ini, India telah menempati posisi terdepan dalam pengembangan sektor industri teknologi informasi.
Bahkan, kota Chennai di tenggara India, telah dipilih oleh banyak perusahaan teknologi informasi terkemuka di dunia, sebagai basis untuk mengembangkan layanan jasa di kawasan Asia Pasifik.
Kota Chennai menjadi penting bagi industri teknologi informasi, karena dikenal memiliki beberapa institusi terkemuka yang aktif mengembangkan inovasi, sehingga disebut menciptakan ekosistem yang tepat untuk riset dan pengembangan sektor terkait.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar